18.55 -
No comments
No comments
KAJIAN FIQIH 1
Assalamualaikum Wr.Wb. sahabat bloggerku fillah , kali ini postingan saya ini di tulis oleh guru saya mengenai fiqih sebagai berikut:
RINGKASAN KAJIAN FIQIH
TENTANG WUDHU DAN SHOLAT
(disampaikan di Mesjid Al-Maghfirah, Ahad, 05
April 2015)
I.
PENGERTIAN
WUDHU
Wudhu,
menurut bahasa adalah perbuatan menggunakan air pada anggota tubuh tertentu.
Secara istilah, wudhu ialah air yang digunakan untuk wudhu. Kata ini berasal
dari wadha’ah yang berarti baik dan bersih.
Dalil
wajibnya wudhu :
a. QS.AL-MA’IDAH : 6
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ
وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ
إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم
مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ
لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا
طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ
لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ
نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٦
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu
sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua
mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit[1]
atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[2]
perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah
yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak
hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan
nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
b.
Hadits RASULULLAH SAW : “ALLAH tidak menerima sholat seseorang kamu bila ia
berhadats, sampai ia berwudhu.” (HR.Baihaqi, Abu Dawud dan Tirmidzi)
II.
SYARAT,
RUKUN DAN SUNAH WUDHU
SYARAT
SAHNYA WUDHU :
1. Islam,
2. Tamyiz (dapat membedakan baik dan buruk),
3. Air mutlak,
4. Tidak menghalangi,
5. Masuk waktu sholat (khusus bagi orang yang
hadatsnya berkepanjangan).
RUKUN WUDHU :
1. Niat artinya menyengaja sesuatu serentak dengan
melakukanya. Tempat dan pelaku niat itu adalah hati, namun sunnah menyertainya
dengan ucapan lisan untuk membantu pernyataan sengaja yang didalam hal itu.
2. Membasuh muka. Basuhan itu mesti merata
keseluruh wajah yaitu bagian depan kepala. Batas yang wajib dibasuh ketika
berwudhu ialah, memanjang dari tempat tumbuh rambut sampai ujung dagu dan
melintang dari daun telinga ke daun telinga lainnya.
3. Membasuh tangan. Basuhan itu meliputi keseluruh
tangan dari ujung-ujung jari sampai dengan kedua siku. Kedua siku termasuk
bagian yang wajib dibasuh. Dalam membasuh tangan ini, air harus sampai kepada
seluruh kulit dan bulu yang ada ditangan. Jika terdapat kotoran yang
menghalangi sampainya air ke ujung jari dibawah kukunya maka wudhunya tidak
sah.
4. Menyapu kepala. Maksudnya sekedar menyampaikan
air tanpa mengalir dengan meletakkan tangan yang basah pada kepala.
5. Membasuh kaki. Dalam membasuh kaki, kedua mata
kaki mesti ikut terbasuh. Air itu mesti mencapai seluruh bagian dari kaki. Jika
terdapat sesuatu yang menghalangi air, maka wajib membuangnya terlebih dahulu
agar air benar-benar sampai ke seluruh kaki.
6. Tertib. Tertib ialah melakukan rukun wudhu itu
sesuai dengan urutan yang tersebut dalam ayat wudhu di atas.
SUNAH-SUNNAH WUDHU
1. Membaca Basmallah pada awal berwudhu.
2. Membasuh kedua telapak tangan sampai ke
pergelangan, sebanyak 3 x, walaupun diyakini bahwa tangannya itu bersih.
3. Madmadah yaitu berkumur-kumur, memasukkan air
ke mulut sambil mengguncangkannya, kemudian membuangnya.
4. Istinsyaq yaitu memasukkan air ke hidung
kemudian membuangnya.
5. Meratakan sapuan ke seluruh kepala.
6. Menyapu kedua telinga.
7. Menyela-nyela janggut dengan jari.
8. Mendahulukan yang kanan atas yang kiri.
9. Melakukan setiap perbuatan wudhu itu tiga-tiga
kali.
10. Muwalah yaitu melakukan perbuatan-perbuatan wudhu
itu secara beruntun, tidak berselang lama antara satu dengan lainnya.
11. Menggosok anggota-anggota wudhu, khususnya
bagian tumit.
12. Menggunakan air dengan hemat, tidak
berlebih-lebihan.
13. Berdo’a selesai berwudhu dengan menghadap
kiblat.
III.
HAL-HAL
YANG MEMBATALKAN WUDHU
1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, berupa
apapun, benda padat, cair atau gas (kentut) kecuali air mani, baik yang biasa
maupun tidak, keluar dengan sendirinya atau dikeluarkan daripadanya.
2. Tidur, kecuali dalam keadaan duduk yang mantap.
3. Hilang akal, dengan sebab gila, mabuk, pingsan,
penyakit atau lainnya.
4. Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan.
Sentuhan di batasi pada :
a. Antara kulit dengan kulit,
b. Laki-laki dengan perempuan yang telah mencapai
usia syahwat,
c. Diantara mereka tidak ada hubungan mahram,
d. Sentuhan langsung tanpa alas atau penghalang.
5. Menyentuh kemaluan manusia dengan perut telapak
tangan tanpa alas.
IV.
PENGERTIAN
SHOLAT
Sholat menurut bahasa adalah do’a. Sholat
menurut istilah adalah beribadah kepada ALLAH SWT melalui perkataan dan
perbuatan tertentu dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
V.
KEDUDUKAN
DAN KEUTAMAAN SHOLAT
A. KEDUDUKAN SHOLAT DALAM ISLAM :
1. Sholat adalah rukun Islam kedua setelah
syahadat. RASULULLAH SAW bersabda : “Islam dibangun di atas 5 perkara yaitu
syahadat dan mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, ibadah puasa dan pergi haji
jika mampu.”(HR.Mutafaqun alaihi).
2. Sholat merupakan sebaik-baik amal.
3. Sholat adalah batas pemisah antara keislaman
dan kekufuran.
4. Sholat adalah tiang agama.
5. Sholat merupakan ibadah pertama kali di hisab
di akhirat kelak.
B. KEUTAMAAN SHOLAT
1. Sholat akan memberikan cahaya kehidupan bagi
orang yang melaksanakannya.
2. Sholat sebagai penghapus kesalahan.
وَأَقِمِ
ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ
يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّئَِّاتِۚ ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ ١١٤
Artinya
:. “dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan
pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang
baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan
bagi orang-orang yang ingat”. (QS.Hud : 114)
3. Sholat merupakan jalan agar dapat masuk surga.
VI.
SYARAT-SYARAT
SAHNYA SHOLAT :
1. Masuknya waktu sholat. Tidak sah sholat yang
dikerjakan sebelum atau sesudah waktu sholat tersebut kecuali karena adanya
usdzur (alas an) syar’I seperti sholat dalam perjalanan (diatas kendaraan) dan
sebagainya. Firman ALLAH SWT :
فَإِذَا
قَضَيۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ
جُنُوبِكُمۡۚ فَإِذَا ٱطۡمَأۡنَنتُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ
كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَٰبٗا مَّوۡقُوتٗا ١٠٣
Artinya
: “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas
orang-orang yang beriman.” (QS.AN-NISA : 103)
2. Bersih dan suci dari hadats (hadast kecil
dengan berwudhu, hadast besar dengan mandi).
3. Pakaian, badan dan tempat yang suci.
4. Menutup Aurat (Aurat laki-laki : mulai dari
pusar sampai lulut, aurat wanita : seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua
telapak tangannya).
5. Menghadap kiblat. Firman ALLAH SWT :
وَمَنۡ
أَظۡلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ وَسَعَىٰ
فِي خَرَابِهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ مَا كَانَ لَهُمۡ أَن يَدۡخُلُوهَآ إِلَّا
خَآئِفِينَۚ لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ
عَظِيمٞ ١١٤
Artinya
: “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada,
Palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS.AL-BAQARAH :144).
VII.
RUKUN
DAN SUNAH SHOLAT
A. RUKUN SHOLAT (18 macam) :
1. Niat di dalam hati,
2. Berdiri bagi yang mampu,
3. Membaca Takbiratul ihram,
4. Membaca Al-Fatihah,
5. Ruku’
6. Tuma’ninah didalam ruku’,
7. Mengangkat dan berdiri tegak dari ruku’,
8. Tuma’ninah di dalam berdiri (I’tidal),
9. Sujud,
10. Tuma’ninah didalam sujud,
11. Duduk diantara dua sujud,
12. Tuma’ninah didalam duduk,
13. Duduk yang terakhir,
14. Membaca tasyahud (tahiyat),
15. Membaca sholawat kepada NABI MUHAMMAD SAW,
16. Membaca salam yang pertama,
17. Berniat keluar dari sholat,
18. Tertib yaitu mengerjakan rukun secara
berurutan.
B. SUNNAH-SUNNAH SHOLAT sebelum mengerjakannya ada 2 yaitu : Adzan dan
Iqomah.
C. SUNNAH-SUNNAH SHOLAT sesudah masuk dalam sholat ada 2, yaitu :
1. Membaca tahiyat awal, dan
2.
Membaca
do’a qunut dalam sholat subuh dan sholat witir pada pertengahan bulan Ramadhan.
D. SUNNAH-SUNNAH HAI’AT SHOLAT (Sunah-sunnah sholat yang tidak perlu diganti
dengan SUJUD SAHWI jika terlupa mengerjakannya), ada 15 macam, yaitu :
1. Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul
ihram,
2. Mengangkat kedua tangan ketika akan ruku’ dan
ketika berdiri dari ruku’,
3. Menaruh tangan kanan di atas tangan kiri,
4. Membaca do’a iftitah dan ta’awudz,
5. Membaca dengan jahar (keras) pada tempatnya
(akan al-fatihah dan surah),
6. Membaca dengan sir (perlahan/lembut) pada
tempatnya (akan al-fatihah dan surah),
7. Membaca : AMIN setelah al-fatihah,
8. Membaca surah setelah al-fatihah,
9. Membaca takbir ketika turun ke ruku’ dan bangun
(darinya),
10. Membaca “Sami’ALLAHU liman hamidah Robbana
lakal hamdu”,
11. Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud,
12. Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha
ketika duduk, sambil membentangkan tangan kiri dan menggenggam tangan kanan,
kecuali telunjuk, berisyarah dengan telunjuk ketika membaca syahadah (LA ILA HA
ILALLAH),
13. Duduk iftirasy pada setiap duduk,
14. Duduk tawaruk pada duduk yang terakhir,
15. Membaca salam yang kedua.
VIII. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT (11 macam)
yaitu :
1. Berkata dengan sengaja walaupun satu kata yang
berarti seperti : ya, tak, dehem (Bahasa Sunda),
2. Mengerjakan sesuatu yang banyak, sering, 3 x
terus-menerus atau sekali yang bukan perbuatan sholat,
3. Berhadats, disengaja atau tidak seperti keluar
angin (kentut),
4. Kedatangan najis (jika tidak segera dibuang),
5. Terbuka aurat (kecuali segera ditutup
seketika),
6. Berubah niat sholat (ragu-ragu adanya niat, dan
sebagainya),
7. Membelakangi arah kiblat,
8. Sengaja makan meskipun sedikit,
9. Sengaja minum meskipun sedikit,
10. Tertawa terbahak-bahak (tersenyum dibolehkan),
11. Murtad (dengan ucapan dan perbuatan).
IX.
ADAB-ADAB
DALAM SHOLAT
1. Hati yang ikhlas, firman ALLAH SWT :
وَمَآ
أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ
وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ
٥
Artinya
: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya
mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama
yang lurus.” (QS.AL-BAYINAH : 5)
2. Menyempurnakan wudhu.
3. Bersegera melaksanakan sholat.
4. Berzikir kepada ALLAH SWT.
5. Berjalan menuju mesjid dengan tenang.
6. Berdo’a saat masuk dan keluar mesjid.
7. Mengerjakan sholat tahiyatul mesjid sebelum
duduk.
8. Senantiasa berzikir.
9. Sholat dengan khusyu’.
10. Mengamalkan sunnah-sunnah RASULULLAH SAW.
X.
PERBEDAAN
CARA SHOLAT LAKI-LAKI DAN WANITA :
|
No.
|
LAKI-LAKI
|
WANITA
|
|
1.
|
Merenggangkan kedua sikutnya dari lambungnya.
|
Merapatkan sebagian badannya kepada sebagian
lagi (seperti perut dengan pahanya ketika ruku’, sikut dengan pahanya ketika
sujud).
|
|
2.
|
Mengangkat perutnya dari kedua pahanya dalam
ruku’ dan sujud.
|
Mengecilkan volume suaranya didepan laki-laki
yang bukan mahram.
|
|
3.
|
Mengeraskan (jahar) suaranya pada tempat
bacaan jahar.
|
Bila terjadi sesuatu kepadanya ketika sholat,
maka bertepuk tangan (caranya : dengan memukul telapak tangan kanannya kepada
punggung tangan kirinya).
|
|
4.
|
Bila terjadi sesuatu kepadanya ketika sholat,
maka ia harus mengucapkan tasbih “SUBHANALLAH” (seperti : ada tamu,
memberitahu imam yang terlupa, dsb)
|
Aurat untuk wanita merdeka : seluruh tubuhnya
kecuali wajah dan telapak tangan.
|
|
5.
|
Aurat laki-laki : antara pusat dan lutut.
|
Aurat untuk wanita budak : seperti laki-laki
dalam sholatnya (antara pusat dan lulut).
|
·)
adalah Alumni S1 & S2 Syari’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Team
Asatidz Majelis AZZIKRA pimpinan KH.Muhammad Arifin Ilham dan Kepala Madrasah
Aliyah YAPINA Bojongsari Depok. Untuk mengundang dan konsultasi seputar Islam
(aqidah, fiqih, akhlak, tasawuf, tafsir, hadits, dsb), bisa hubungi di:
1. HP. 0817.491.3375.
2. Email : Saefullohazzikra@gmail.com
3. Facebook : Asep Saefulloh atau Saefulloh Azzikra
4. Twitter : @SaefullohAzikra
5. Pin BBM : 7CF1E5AC
6. WhatsApp : 089675082013
[2] Artinya:
menyentuh. menurut jumhur Ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin Ialah:
menyetubuhi.
Semoga bermanfaat bagi sahabat bloggerku yang setia mengunjungi blog saya
TERIMA KASIH
