Minggu, 29 November 2015

18.55 - No comments

KAJIAN FIQIH 1

Assalamualaikum Wr.Wb. sahabat bloggerku fillah , kali ini postingan saya ini di tulis oleh guru saya mengenai fiqih sebagai berikut:
RINGKASAN KAJIAN FIQIH
TENTANG WUDHU DAN SHOLAT
(disampaikan di Mesjid Al-Maghfirah, Ahad, 05 April 2015)

I.                   PENGERTIAN WUDHU

Wudhu, menurut bahasa adalah perbuatan menggunakan air pada anggota tubuh tertentu. Secara istilah, wudhu ialah air yang digunakan untuk wudhu. Kata ini berasal dari wadha’ah yang berarti baik dan bersih.
Dalil wajibnya wudhu :
a.       QS.AL-MA’IDAH : 6
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٦
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit[1] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[2] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”


b. Hadits RASULULLAH SAW : “ALLAH tidak menerima sholat seseorang kamu bila ia berhadats, sampai ia berwudhu.” (HR.Baihaqi, Abu Dawud dan Tirmidzi)

II.                SYARAT, RUKUN DAN SUNAH WUDHU

SYARAT SAHNYA WUDHU :
1.      Islam,
2.      Tamyiz (dapat membedakan baik dan buruk),
3.      Air mutlak,
4.      Tidak menghalangi,
5.      Masuk waktu sholat (khusus bagi orang yang hadatsnya berkepanjangan).

RUKUN WUDHU :
1.      Niat artinya menyengaja sesuatu serentak dengan melakukanya. Tempat dan pelaku niat itu adalah hati, namun sunnah menyertainya dengan ucapan lisan untuk membantu pernyataan sengaja yang didalam hal itu.
2.      Membasuh muka. Basuhan itu mesti merata keseluruh wajah yaitu bagian depan kepala. Batas yang wajib dibasuh ketika berwudhu ialah, memanjang dari tempat tumbuh rambut sampai ujung dagu dan melintang dari daun telinga ke daun telinga lainnya.
3.      Membasuh tangan. Basuhan itu meliputi keseluruh tangan dari ujung-ujung jari sampai dengan kedua siku. Kedua siku termasuk bagian yang wajib dibasuh. Dalam membasuh tangan ini, air harus sampai kepada seluruh kulit dan bulu yang ada ditangan. Jika terdapat kotoran yang menghalangi sampainya air ke ujung jari dibawah kukunya maka wudhunya tidak sah.
4.      Menyapu kepala. Maksudnya sekedar menyampaikan air tanpa mengalir dengan meletakkan tangan yang basah pada kepala.
5.      Membasuh kaki. Dalam membasuh kaki, kedua mata kaki mesti ikut terbasuh. Air itu mesti mencapai seluruh bagian dari kaki. Jika terdapat sesuatu yang menghalangi air, maka wajib membuangnya terlebih dahulu agar air benar-benar sampai ke seluruh kaki.
6.      Tertib. Tertib ialah melakukan rukun wudhu itu sesuai dengan urutan yang tersebut dalam ayat wudhu di atas.

SUNAH-SUNNAH WUDHU
1.      Membaca Basmallah pada awal berwudhu.
2.      Membasuh kedua telapak tangan sampai ke pergelangan, sebanyak 3 x, walaupun diyakini bahwa tangannya itu bersih.
3.      Madmadah yaitu berkumur-kumur, memasukkan air ke mulut sambil mengguncangkannya, kemudian membuangnya.
4.      Istinsyaq yaitu memasukkan air ke hidung kemudian membuangnya.
5.      Meratakan sapuan ke seluruh kepala.
6.      Menyapu kedua telinga.
7.      Menyela-nyela janggut dengan jari.
8.      Mendahulukan yang kanan atas yang kiri.
9.      Melakukan setiap perbuatan wudhu itu tiga-tiga kali.
10.  Muwalah yaitu melakukan perbuatan-perbuatan wudhu itu secara beruntun, tidak berselang lama antara satu dengan lainnya.
11.  Menggosok anggota-anggota wudhu, khususnya bagian tumit.
12.  Menggunakan air dengan hemat, tidak berlebih-lebihan.
13.  Berdo’a selesai berwudhu dengan menghadap kiblat.

III.             HAL-HAL YANG MEMBATALKAN WUDHU
1.      Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, berupa apapun, benda padat, cair atau gas (kentut) kecuali air mani, baik yang biasa maupun tidak, keluar dengan sendirinya atau dikeluarkan daripadanya.
2.      Tidur, kecuali dalam keadaan duduk yang mantap.
3.      Hilang akal, dengan sebab gila, mabuk, pingsan, penyakit atau lainnya.
4.      Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan. Sentuhan di batasi pada :
a.       Antara kulit dengan kulit,
b.      Laki-laki dengan perempuan yang telah mencapai usia syahwat,
c.       Diantara mereka tidak ada hubungan mahram,
d.      Sentuhan langsung tanpa alas atau penghalang.
5.      Menyentuh kemaluan manusia dengan perut telapak tangan tanpa alas.

IV.             PENGERTIAN SHOLAT

Sholat menurut bahasa adalah do’a. Sholat menurut istilah adalah beribadah kepada ALLAH SWT melalui perkataan dan perbuatan tertentu dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

V.                KEDUDUKAN DAN KEUTAMAAN SHOLAT

A.    KEDUDUKAN SHOLAT DALAM ISLAM :
1.      Sholat adalah rukun Islam kedua setelah syahadat. RASULULLAH SAW bersabda : “Islam dibangun di atas 5 perkara yaitu syahadat dan mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, ibadah puasa dan pergi haji jika mampu.”(HR.Mutafaqun alaihi).
2.      Sholat merupakan sebaik-baik amal.
3.      Sholat adalah batas pemisah antara keislaman dan kekufuran.
4.      Sholat adalah tiang agama.
5.      Sholat merupakan ibadah pertama kali di hisab di akhirat kelak.

B.     KEUTAMAAN SHOLAT
1.      Sholat akan memberikan cahaya kehidupan bagi orang yang melaksanakannya.
2.      Sholat sebagai penghapus kesalahan.
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّ‍َٔاتِۚ ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ ١١٤

Artinya :. “dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (QS.Hud : 114)

3.      Sholat merupakan jalan agar dapat masuk surga.

VI.             SYARAT-SYARAT SAHNYA SHOLAT :

1.      Masuknya waktu sholat. Tidak sah sholat yang dikerjakan sebelum atau sesudah waktu sholat tersebut kecuali karena adanya usdzur (alas an) syar’I seperti sholat dalam perjalanan (diatas kendaraan) dan sebagainya. Firman ALLAH SWT :
فَإِذَا قَضَيۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمۡۚ فَإِذَا ٱطۡمَأۡنَنتُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَٰبٗا مَّوۡقُوتٗا ١٠٣

Artinya : “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS.AN-NISA : 103)
2.      Bersih dan suci dari hadats (hadast kecil dengan berwudhu, hadast besar dengan mandi).
3.      Pakaian, badan dan tempat yang suci.
4.      Menutup Aurat (Aurat laki-laki : mulai dari pusar sampai lulut, aurat wanita : seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya).
5.      Menghadap kiblat. Firman ALLAH SWT :
وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ مَا كَانَ لَهُمۡ أَن يَدۡخُلُوهَآ إِلَّا خَآئِفِينَۚ لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٞ ١١٤

Artinya : “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS.AL-BAQARAH :144).

VII.          RUKUN DAN SUNAH SHOLAT

A.    RUKUN SHOLAT (18 macam) :
1.      Niat di dalam hati,
2.      Berdiri bagi yang mampu,
3.      Membaca Takbiratul ihram,
4.      Membaca Al-Fatihah,
5.      Ruku’
6.      Tuma’ninah didalam ruku’,
7.      Mengangkat dan berdiri tegak dari ruku’,
8.      Tuma’ninah di dalam berdiri (I’tidal),
9.      Sujud,
10.  Tuma’ninah didalam sujud,
11.  Duduk diantara dua sujud,
12.  Tuma’ninah didalam duduk,
13.  Duduk yang terakhir,
14.  Membaca tasyahud (tahiyat),
15.  Membaca sholawat kepada NABI MUHAMMAD SAW,
16.  Membaca salam yang pertama,
17.  Berniat keluar dari sholat,
18.  Tertib yaitu mengerjakan rukun secara berurutan.

B.     SUNNAH-SUNNAH SHOLAT sebelum mengerjakannya ada 2 yaitu : Adzan dan Iqomah.
C.    SUNNAH-SUNNAH SHOLAT sesudah masuk dalam sholat ada 2, yaitu :
1.      Membaca tahiyat awal, dan
2.      Membaca do’a qunut dalam sholat subuh dan sholat witir pada pertengahan bulan Ramadhan.

D.    SUNNAH-SUNNAH HAI’AT SHOLAT (Sunah-sunnah sholat yang tidak perlu diganti dengan SUJUD SAHWI jika terlupa mengerjakannya), ada 15 macam, yaitu :
1.      Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram,
2.      Mengangkat kedua tangan ketika akan ruku’ dan ketika berdiri dari ruku’,
3.      Menaruh tangan kanan di atas tangan kiri,
4.      Membaca do’a iftitah dan ta’awudz,
5.      Membaca dengan jahar (keras) pada tempatnya (akan al-fatihah dan surah),
6.      Membaca dengan sir (perlahan/lembut) pada tempatnya (akan al-fatihah dan surah),
7.      Membaca : AMIN setelah al-fatihah,
8.      Membaca surah setelah al-fatihah,
9.      Membaca takbir ketika turun ke ruku’ dan bangun (darinya),
10.  Membaca “Sami’ALLAHU liman hamidah Robbana lakal hamdu”,
11.  Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud,
12.  Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha ketika duduk, sambil membentangkan tangan kiri dan menggenggam tangan kanan, kecuali telunjuk, berisyarah dengan telunjuk ketika membaca syahadah (LA ILA HA ILALLAH),
13.  Duduk iftirasy pada setiap duduk,
14.  Duduk tawaruk pada duduk yang terakhir,
15.  Membaca salam yang kedua.

VIII.       HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT (11 macam) yaitu :

1.      Berkata dengan sengaja walaupun satu kata yang berarti seperti : ya, tak, dehem (Bahasa Sunda),
2.      Mengerjakan sesuatu yang banyak, sering, 3 x terus-menerus atau sekali yang bukan perbuatan sholat,
3.      Berhadats, disengaja atau tidak seperti keluar angin (kentut),
4.      Kedatangan najis (jika tidak segera dibuang),
5.      Terbuka aurat (kecuali segera ditutup seketika),
6.      Berubah niat sholat (ragu-ragu adanya niat, dan sebagainya),
7.      Membelakangi arah kiblat,
8.      Sengaja makan meskipun sedikit,
9.      Sengaja minum meskipun sedikit,
10.  Tertawa terbahak-bahak (tersenyum dibolehkan),
11.  Murtad (dengan ucapan dan perbuatan).

IX.             ADAB-ADAB DALAM SHOLAT

1.      Hati yang ikhlas, firman ALLAH SWT :
وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ ٥

Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (QS.AL-BAYINAH : 5)

2.      Menyempurnakan wudhu.
3.      Bersegera melaksanakan sholat.
4.      Berzikir kepada ALLAH SWT.
5.      Berjalan menuju mesjid dengan tenang.
6.      Berdo’a saat masuk dan keluar mesjid.
7.      Mengerjakan sholat tahiyatul mesjid sebelum duduk.
8.      Senantiasa berzikir.
9.      Sholat dengan khusyu’.
10.  Mengamalkan sunnah-sunnah RASULULLAH SAW.

X.                PERBEDAAN CARA SHOLAT LAKI-LAKI DAN WANITA :

No.
LAKI-LAKI
WANITA
1.       
Merenggangkan kedua sikutnya dari lambungnya.
Merapatkan sebagian badannya kepada sebagian lagi (seperti perut dengan pahanya ketika ruku’, sikut dengan pahanya ketika sujud).
2.       
Mengangkat perutnya dari kedua pahanya dalam ruku’ dan sujud.
Mengecilkan volume suaranya didepan laki-laki yang bukan mahram.
3.       
Mengeraskan (jahar) suaranya pada tempat bacaan jahar.
Bila terjadi sesuatu kepadanya ketika sholat, maka bertepuk tangan (caranya : dengan memukul telapak tangan kanannya kepada punggung tangan kirinya).
4.       
Bila terjadi sesuatu kepadanya ketika sholat, maka ia harus mengucapkan tasbih “SUBHANALLAH” (seperti : ada tamu, memberitahu imam yang terlupa, dsb)
Aurat untuk wanita merdeka : seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
5.       
Aurat laki-laki : antara pusat dan lutut.
Aurat untuk wanita budak : seperti laki-laki dalam sholatnya (antara pusat dan lulut).





·) adalah Alumni S1 & S2 Syari’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Team Asatidz Majelis AZZIKRA pimpinan KH.Muhammad Arifin Ilham dan Kepala Madrasah Aliyah YAPINA Bojongsari Depok. Untuk mengundang dan konsultasi seputar Islam (aqidah, fiqih, akhlak, tasawuf, tafsir, hadits, dsb), bisa hubungi di:
1.       HP. 0817.491.3375.
2.       Email : Saefullohazzikra@gmail.com
3.       Facebook : Asep Saefulloh atau Saefulloh Azzikra
4.       Twitter : @SaefullohAzikra
5.       Pin BBM : 7CF1E5AC
6.       WhatsApp : 089675082013
[1] Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.
[2] Artinya: menyentuh. menurut jumhur Ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin Ialah: menyetubuhi.

Semoga bermanfaat bagi sahabat bloggerku yang setia mengunjungi blog saya 
TERIMA KASIH

Sabtu, 28 November 2015

04.43 - No comments

3 KESEMPURNAAN WUDHU

Assalamualaikum Wr.Wb sahabat bloggerku fillah kini saya akan memberitahukan sahabat tentang:

3 KESEMPURNAAN WUDHU :
1. Membersihkan HATI dari hasud/dengki dan jahat,
2. Membersihkan badan dari dosa,
3. Membasuh anggota-anggota wudhu dengan sempurna tanpa memboroskan air (hemat air).
(Sumber : Kitab Tanbihul Ghafilin, hal.103)

Di Tulis Oleh : USTADZ ASEP SAEFULLOH

Selasa, 24 November 2015

04.03 - No comments

10 FADHILAH/KEUTAMAAN SEDEKAH

Assalamualaikum Wr.Wb. sahabat blogger ku fillah, hari ini kita akan membahas tentang:
10 FADHILAH/KEUTAMAAN SEDEKAH:
1. Membersihkan harta,
2. Membersihkan dosa,
3. Menolak bala dan sakit,
4. Menggembirakan fakir miskin,
5. Diberikan rezeki yang barokah,
6. Sedekah akan menjadi pelindung di padang mahsyar,
7. Diringankan hisab,
8. Diberatkan amal kebaikan,
9. Dimudahkan melewati sirothol mustaqim,
10. Diberikan derajat yang tinggi di surga.

Semoga menjadi bermanfaat untuk para sahabat blogger ku

Di Tulis Oleh : USTADZ ASEP SAEFULLOH

Senin, 23 November 2015

07.24 - No comments

DUA KALIMAT DAHSYAT


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, sahabat blog saya fillah Ada 2 kalimat dasyat yang dapat membinasakn iblis, yaitu....

Dua kalimat Dahsyat
ABU BAKAR RA berkata: biasakan kalian membaca kalimat tahlil(LA ILA HA ILALLAH) dan ISTIGFAR, perbanyaklah membaca kalimat itu,sebab iblis berkata"aku telah membinasakan manusia dengan dosa,dan manusia membinasakan aku dengan kalimat tahlil dan istigfar. ketika demikian aku binasakan mereka dengan hawa nafsu, maka mereka mengira dirinya telah di berikan hidayah

SUMBER: Kitab Tambihul Ghafilin

Di tulis oleh : USTADZ ASEP SAEFULLOH


07.07 - No comments

4 TANDA TAUBAT SESEORANG ITU DITERIMA ALLAH SWT

ASSALAMUALAIKUM WR.WB, Sahabat blogku kini saya berkerja sama dengan salah seorang yang bisa membantu para sahabat/pengunjung blog saya dalam memperkuat keimanan dan ketaqwaan,di sini saya akan menyampaikan tentang:

4 TANDA TAUBAT SESEORANG ITU DITERIMA ALLAH SWT :
1. Memutuskan hubungan dengan teman2 yang jahat, dan bergaul dengan orang2 yang sholeh,
2. Menghentikan semua perbuatan maksiat dan rajin ibadah,
3. Mengesampingkan kesenangan duniawi dan selalu ingat siksa akhirat,
4. Tawakal dalam masalah rezeki dan ia sangat yakin akan jaminan ALLAH.
(Kitab Tanbihul Ghafilin,h. 38)

Ditulis Oleh: USTADZ ASEP SAEFULLOH

Semoga bermanfaat bagi sahabat/pengunjung blog saya, dan terima kasih